Banjir Tak Surutkan Nyali: Saat Sarung dan Jubah Bersatu Terjang Air Demi Kemanusiaan

Peristiwa, Sosial310 Views

Informasiindo.com - Informasiindo.com//Lamongan, 15 Februari 2026 – Suasana pagi di Balai Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan pada 15 Februari 2026 terasa sangat berbeda dari biasanya. Meski wilayah tersebut tengah dikepung oleh luapan air banjir yang merendam akses jalan dan pemukiman, semangat kemanusiaan justru mengalir lebih deras. Ratusan warga tetap antusias mendatangi lokasi untuk mengikuti kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lamongan bekerja sama dengan Paguyuban Kasih Bangsa.

Suasana Pengobatan Gratis

Kehadiran sosok Petrus Aries Setyonegoro, Ketua DPP Kerasum Gereja Katolik Santo Yakobus Surabaya, menjadi simbol kuatnya rajutan toleransi dalam aksi ini. Kolaborasi lintas iman ini menunjukkan bahwa urusan kemanusiaan tidak mengenal sekat agama, terutama saat masyarakat sedang diuji oleh bencana alam.

 

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir. Dalam sambutannya, beliau menyoroti kondisi ironis yang sedang dihadapi warga Lamongan. Di satu sisi, cuaca buruk dan banjir terus membayangi aktivitas sehari-hari, namun di sisi lain, kepedulian antar sesama justru semakin solid. Gus Syahrul menegaskan bahwa hambatan cuaca dan genangan air bukan menjadi persoalan berarti bagi tim bakti sosial PCNU Lamongan untuk turun tangan membantu warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Gus Syahrul membuka acara menjadi peserta pengobatan pertama.
Kepala Desa Pomahanjanggan turut serta

Fokus utama dari pengobatan gratis kali ini adalah penanggulangan penyakit kulit. Tim medis menyadari bahwa di kawasan yang terendam banjir seperti Turi, penyakit kulit menjadi ancaman nyata yang sangat mudah menular dan mengganggu kenyamanan warga. Dengan adanya tindakan preventif dan pengobatan langsung, diharapkan dampak kesehatan pasca banjir dapat diminimalisir sedini mungkin.

 

Petrus Aries Setyonegoro mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kesempatan yang diberikan kepada pihak Paguyuban Kasih Bangsa. Menurutnya, bisa mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan bersama PCNU Lamongan adalah sebuah kehormatan. Ia merasa terharu melihat bagaimana perbedaan latar belakang bisa menyatu dalam satu tujuan mulia demi kesejahteraan masyarakat yang sedang terdampak musibah.

Pemandangan menarik sekaligus menyentuh terlihat di sepanjang jalur menuju balai desa. Karena akses darat yang terputus oleh air, banyak warga yang terpaksa menggunakan perahu kayu untuk bisa mencapai lokasi pengobatan. Pemandangan ini memperlihatkan betapa tingginya kebutuhan warga akan akses kesehatan di tengah situasi darurat.

 

Bahkan, tokoh-tokoh lokal pun tak luput dari perjuangan menembus banjir. Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Lamongan, Amalan, juga terlihat tiba di lokasi dengan menggunakan perahu. Kehadirannya tidak hanya untuk memantau jalannya acara, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi warga yang terdampak.

Exif_JPEG_420

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara organisasi keagamaan dan komunitas sosial mampu memberikan solusi konkret bagi permasalahan di lapangan. Banjir boleh saja menggenangi jalanan, namun ia tidak mampu memadamkan api gotong royong yang telah menjadi karakter kuat masyarakat Lamongan. Melalui pengobatan gratis ini, setidaknya beban warga Pomahanjanggan sedikit teringankan, dan pesan perdamaian serta persaudaraan semakin kuat terasa di tengah kepungan air. (Ade R.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *