Karpet Merah dari BDL Untuk Elit Lamongan: Kredit Macet Miliaran dikalangan Pejabat dan Keluarganya

Informasiindo.com - Informasiindo.com//Lamongan, 22 Februari 2026 – Awal tahun 2026 dibuka dengan tabir gelap yang menyelimuti Bank Daerah Lamongan (BDL). Data terbaru yang terungkap menunjukkan daftar hitam kredit macet yang bukan berisi nama pelaku usaha kecil, melainkan deretan nama pejabat publik, keluarga pejabat, hingga anggota dewan yang dikenal sangat dekat dengan lingkaran kekuasaan di Lamongan. Nilainya pun fantastis, mulai dari Rp500 juta hingga menyentuh angka Rp5 miliar per debitur.

 

Kejanggalan ini bukan sekadar soal angka, melainkan pola pinjaman satu arah yang terlihat sistematis. Berdasarkan data tersebut, mayoritas pengajuan kredit dilakukan pada momentum krusial, yakni menjelang Pemilu atau pelantikan jabatan baru. Lebih mencengangkan lagi, hampir semua debitur elit ini mengambil tenor singkat selama satu tahun, namun tidak pernah melakukan pembayaran sama sekali. Sisa pokok pinjaman mereka tercatat masih utuh sesuai nominal awal pengajuan, atau maksimal hanya dibayar satu hingga tiga kali angsuran sebagai formalitas.

 

Pertanyaan besarnya ke mana perannya sistem analis dan tim appraisal BDL? Apakah standar ketat yang biasanya diterapkan pada nasabah umum mendadak lumpuh di hadapan koneksi politik?

 

Salah satu temuan paling mencolok melibatkan sosok yang terafiliasi kuat dengan pejabat teras Lamongan. Pada 2024, sosok ini mencairkan dana fantastis yang hanya dibayar beberapa kali. Alih-alih ditagih atau asetnya disita, pada 2025 ia justru kembali mendapatkan kucuran dana melalui dua akun kredit sekaligus. Total pinjaman barunya bahkan mencapai hampir dua kali lipat dari pengajuan tahun sebelumnya. Kondisi ini memicu kecurigaan adanya intervensi dari orang kuat atau praktik pinjam nama yang dilakukan secara ugal-ugalan tanpa memperhatikan nilai kolateral (agunan) yang memadai. (Ade R.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *