Seni Pembuatan Spanduk (Leter) Bulutengger Berdaya Kreasi serta Inovasi

Ekonomi111 Views

Lamongan.informasiindo.com
Ditengah maraknya teknologi digital maupun printing dengan produk banner yang waktu penyelesaiannya relatif lebih singkat, perajin spanduk (leter) dari Desa Bulutengger Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan tetap eksis dengan modal kesabaran dan keuletan berkarya menorehkan cat diatas kain untuk keperluan usaha kuliner kaki lima.

Maestro spanduk (Leter) Teguh Wahono (56) saat ditemui di ruang kerjanya 8/12/2025 menyatakan jika munculnya banner atau spanduk printer bukan sepenuhnya menjadikan kendala bagi kelangsungan perajin leter, terbukti perajin yang jumlahnya kurang lebih 25 personil yang ada di Dusun Bulu Desa Bulutengger Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan, semuanya masih mendapatkan orderan.

“Kami yakin jika kwalitas yang kita pertahankan, pedagang kaki lima itu masih suka menggunakan spanduk (leter). Karena sudah menjadi ciri khas pedagang kaki lima asal Lamongan” ujarnya.

Demikian juga yang disampaikan perajin lainnya yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa perajin leter menggunakan media online baik FB, IG, Tiktok, Youtube maupun WA untuk mengenalkan usahanya agar bisa dikenal konsumen. “Mereka bisa memesan leter melalui WA dan nanti kalau sudah jadi kita kirim lewat jasa pengiriman, jadi nggak usah ribet” paparnya.

Mungkin secara kebetulan perajin spanduk (leter) di negri ini yang terbanyak ada di Dusun Bulu Desa Bulutengger Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan, termasuk orang pertama yang menciptakan spanduk model pedagang kaki lima yang sering dijumpai pada pedagang pecel lele, soto ayam sampai seafood di pinggir jalan dengan aneka gambar sesuai dengan menu yang dijual. Dan hasil karya perajin Leter Bulutengger susah beredar di seluruh nusantara.

“Membuka usaha leter tidak membutuhkan biaya besar, hanya ketekunan, ketelitian, banyak studi banding dengan sesama perajin dan tentu komitmen yang harus kita jaga” ujar Yayan salah satu perajin yang sempat dihubungi awak media.

Hal itu juga diakui jika tidak mau mengembangkan perpaduan antara seni grafik dan lukis serta insting terkait estetika pada bentuk dan pewarnaan baik pada huruf maupun gambar, maka perajin itu akan sulit untuk berkembang.
“Inovasi dan kreasi sangat diperlukan dalam seni pembuatan spanduk” tutupnya. Red

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *