Perayaan Satu Abad NU di Lamongan: Meneguhkan Khidmat Pendidikan dan Kepedulian Lingkungan

Berita, Peristiwa243 Views

Informasiindo.com - informasiindo.com//LAMONGAN, 31 Januari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Masjid KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jalan Panglima Sudirman, Lamongan. Ratusan nahdliyin berkumpul untuk memperingati momentum bersejarah, yakni Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan. Acara ini bukan sekadar seremoni seremonial, melainkan menjadi panggung apresiasi bagi insan pendidikan dan komitmen nyata terhadap kelestarian alam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Bupati Lamongan, jajaran asisten pemerintahan yang menegaskan sinergi kuat antara ulama dan umara. Turut hadir pula Kepala Kemenag juga Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, H. Mohammad Freddy Wahyudi, S.E., yang memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis PCNU dalam membangun sumber daya manusia di Lamongan.

Di barisan panggung kehormatan, tampak hadir tokoh-tokoh sentral NU Lamongan, di antaranya Rais Syuriyah PCNU Lamongan, KH. Salim Azhar, Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, serta tokoh muda inspiratif seperti Gus Syahrul Munir dan jajaran pengurus Banom (Badan Otonom) NU. Kehadiran para kiai dan tokoh ini memberikan spirit mendalam bagi warga NU yang hadir dari berbagai penjuru kecamatan.

 

*Apresiasi untuk Insan Pendidikan LP Ma’arif*

Puncak acara dimulai dengan prosesi penganugerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Lamongan. Penghargaan ini mencakup berbagai kategori, mulai dari prestasi akademik tingkat nasional, penguasaan kitab kuning, hingga prestasi di bidang olahraga dan seni.

Tidak hanya siswa, PCNU Lamongan juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendidik. Beberapa kategori penghargaan guru yang menjadi sorotan adalah:

* *Guru Paling Berdedikasi:* Diberikan kepada para pengajar yang telah mengabdi selama puluhan tahun di pelosok desa dengan semangat lillahita’ala.
* *Guru Paling Inovatif:* Diberikan kepada tenaga pendidik yang berhasil menciptakan metode pembelajaran kreatif berbasis teknologi dan kearifan lokal.

“Pendidikan adalah tulang punggung peradaban NU di abad kedua ini. Guru-guru kita adalah garda terdepan dalam menjaga sanad keilmuan dan karakter generasi bangsa,” ujar KH. Salim Azhar dalam sambutannya.

 

*Menanam Kebaikan: Aksi Ekologis PCNU Lamongan*

Selain fokus pada pendidikan, PCNU Lamongan menunjukkan keberpihakan pada isu lingkungan hidup. Sejalan dengan semangat “Merawat Jagat Membangun Peradaban”, acara ini ditandai dengan pembagian bibit pohon secara simbolis.

Puluhan bibit pohon dibagikan kepada seluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang tersebar di wilayah Kabupaten Lamongan. Selain itu, ratusan bibit pohon produktif dan pelindung juga didistribusikan ke beberapa desa terpilih. Agenda ini bertujuan untuk mendorong gerakan penghijauan di tingkat akar rumput, sekaligus mengedukasi warga bahwa menjaga ekologi adalah bagian dari perintah agama.

Ketua DPRD Lamongan, Bapak H. Mohammad Freddy Wahyudi, mengapresiasi langkah konkret ini. Beliau menyatakan bahwa langkah PCNU membagikan bibit pohon adalah solusi cerdas untuk memitigasi perubahan iklim di level lokal.

 

*Harapan di Abad Kedua*

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para kiai sepuh, memohon keberkahan bagi bangsa Indonesia dan kejayaan Nahdlatul Ulama. Dengan terselenggaranya acara ini di Masjid KH Abdurrahman Wahid, PCNU Lamongan seolah ingin mengingatkan kembali pesan-pesan kemanusiaan dan kebangsaan yang selalu didengungkan oleh Gus Dur.

Peringatan Satu Abad NU di Lamongan ini menjadi potret utuh bagaimana organisasi Islam terbesar ini bergerak: mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, dan menjaga bumi melalui aksi ekologis yang nyata. (Ade R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *