Informasiindo.com - Informasiindo.com//LAMONGAN – Suasana khidmat menyelimuti kediaman mantan Wakil Bupati Lamongan, Dra. Hj. Kartika Hidayati, M.M., M.HP, di Jalan Soewoko pada Sabtu, 7 Februari 2026. Jamaah dan tokoh agama berkumpul untuk menghadiri acara pembacaan doa tahlil dan haul jam’i memperingati wafatnya para sesepuh keluarga besar beliau.
Acara ini digelar khusus untuk mengenang 35 tahun wafatnya H. Moh Noor, 41 tahun Hj. Tjiet Jiek Masjrifah, 14 tahun Yusron Efendy, serta peringatan haul KH. Nor Salim, H. Sholakhudin Jauhari yang ke-13, H. Nur, H. Ridlwan, dan H. Amin.
Jejak Pengabdian: Mbak Atik dan Garis Keturunan Pejuang NU
Dalam sambutannya yang penuh haru, perempuan yang akrab disapa Mbak Atik ini mengungkap sisi historis keluarganya yang jarang diketahui publik. Ketua PC Muslimat NU Lamongan tersebut menegaskan bahwa dedikasinya terhadap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) bukanlah hal baru, melainkan warisan biologis dan ideologis.
Mbak Atik menyampaikan bahwa ayahnya, almarhum H. Moh Noor (Mat Noor), merupakan sosok penting dalam sejarah pemuda NU di Lamongan, yakni pernah menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamongan. Hal ini menjelaskan mengapa darah perjuangan NU mengalir deras dalam diri Mbak Atik, yang sebelumnya juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua PC IPPNU Kabupaten Lamongan.
“Kami hanya melanjutkan apa yang telah digariskan oleh para orang tua kami. Melayani umat dan berkhidmat di NU adalah wasiat tak tertulis yang kami jaga hingga hari ini,” ujar Mbak Atik di hadapan para tamu undangan.
Lebih jauh, ia menceritakan tentang kakeknya, Mbah Ridlwan, yang merupakan teman seperjuangan tokoh legendaris NU Lamongan, Mbah Yai Mastur Asnawi. Kedekatan historis ini mempertegas posisi keluarga besar Mbak Atik sebagai pilar penting dalam perkembangan dakwah Islam kultural di wilayah Lamongan sejak masa silam.
Kehadiran Para Ulama dan Gema Salawat Ahbabul Musthofa
Acara yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini berjalan sangat khidmat. Hal ini ditandai dengan rawuhnya (kehadiran) sejumlah ulama kharismatik, di antaranya Kyai Salim Azhar, serta jajaran pemuka agama yang merupakan tokoh-tokoh sentral Nahdlatul Ulama Lamongan.
Kehadiran para kiai sepuh ini menambah nilai spiritual dalam majelis tahlil tersebut. Doa-doa yang dipanjatkan secara berjamaah menciptakan atmosfer ketenangan, sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada para almarhum dan almarhumah yang telah berjasa meletakkan fondasi keagamaan bagi keluarga dan masyarakat.
Tak hanya pembacaan doa tahlil, suasana peringatan haul kali ini terasa lebih semarak dengan penampilan tim hadrah Ahbabul Musthofa Lamongan. Lantunan salawat yang dibawakan dengan penuh energi namun tetap santun berhasil menyentuh hati para hadirin, membuat acara yang berlangsung di sepanjang Jalan Soewoko tersebut terasa begitu hidup.
Melalui peringatan haul ini, Mbak Atik berharap generasi muda, khususnya di lingkungan keluarga besar dan kader-kader NU, dapat memetik hikmah tentang pentingnya menjaga sanad perjuangan dan silaturahmi antar-tokoh agama demi kemaslahatan umat di Lamongan. (Ade R.)









