Sego Boran Khas Lamongan Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia 2025

Budaya62 Views

Informasiindo.com//LAMONGAN, 23 Februari 2026 – Lamongan tidak hanya dikenal sebagai kota soto atau daerah pesisir kaya hasil laut. Kini, kuliner legendaris khas daerah tersebut yaitu Sego Boran telah diakui secara nasional dengan penetapannya sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia tahun 2025.

Penetapan diberikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dengan sertifikat yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara pada acara penyerahan apresiasi seniman dan pelaku budaya di Malang.

Bagi masyarakat Lamongan, Sego Boran bukan sekadar sepiring nasi dengan lauk sederhana. Kuliner ini sarat cerita tentang perempuan-perempuan penjual nasi yang menjajakan dagangannya dengan bakul besar, dilengkapi beragam lauk dan bumbu khas yang disiram di atas nasi hangat.

Wakil Bupati Lamongan yang akrab disapa Mas Dirham menyebut, pengakuan ini bukan hanya soal kebanggaan simbolik, tetapi juga peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Penetapan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempromosikan dan mengembangkan kuliner khas Lamongan agar semakin dikenal luas dan memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ucap Dirham Akbar Aksara usai menerima sertifikat.

Menurutnya, pelestarian budaya termasuk kuliner tradisional merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Identitas daerah harus dijaga sekaligus diolah menjadi kekuatan ekonomi. Sego Boran ditetapkan dalam kategori WBTb bidang Kemahiran dan Kerajinan Tradisional, yang menjadi bukti bahwa praktik kuliner tradisional mulai dari cara meracik, menyajikan, hingga nilai sosial di baliknya merupakan warisan budaya yang layak dijaga.

Lamongan sebelumnya telah memiliki sejumlah WBTb nasional seperti Kentrung, Jaran Jenggo, Mendhak Sanggring, dan Perahu Ijon-Ijon. Mas Dirham mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat dan membanggakan warisan budaya daerah. “Budaya adalah identitas sekaligus kekuatan Lamongan,” katanya.

Sego Boran atau juga disebut nasi boran adalah kuliner khas Lamongan yang biasanya dijajakan pada malam hingga dini hari. Ciri khasnya terletak pada kuah santan kental berbumbu rempah yang disiramkan di atas nasi putih hangat, disertai lauk beragam seperti ayam suwir berbumbu, ikan sili goreng, telur pindang, urap-urap, hingga pletuk. Rasa gurih, pedas, dan sedikit manis berpadu dalam satu sajian sederhana namun kaya cita rasa.

Bahan-bahan pembuatannya mudah ditemukan, mulai dari beras, santan, aneka rempah hingga lauk pendamping yang kini tersedia di pasar modern maupun platform belanja daring. Kini kuliner yang dulu hanya ditemui di sudut-sudut Lamongan mulai bisa direplikasi di berbagai daerah, membuktikan bahwa cita rasa lokal bisa menembus panggung nasional bahkan berpeluang mendunia.

Dalam acara yang sama, pemerintah juga menyerahkan tunjangan kehormatan kepada para juru pelihara cagar budaya sebesar Rp1,5 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga situs-situs bersejarah.

(ZM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *