Manifestasi Visual Ekosistem Kehidupan Dalam Kanvas Seniman

Berita, Budaya, Ekonomi232 Views

Informasiindo.com//LAMONGAN – Pada tanggal 24 Januari 2026, suasana di Gedung KORPRI Lamongan berubah menjadi ruang kreatif yang penuh dengan energi visual. Acara serasehan budaya bertajuk pangan lokal sebagai ekosistem kehidupan tidak hanya diisi dengan diskusi verbal, tetapi juga dibuktikan melalui aksi nyata para pelukis. Penyelenggara acara, Kospela dan Doglas Club, berhasil menghadirkan demonstrasi melukis langsung yang menarik perhatian ratusan pengunjung dari berbagai kota, termasuk dari Bali dan Semarang.

 

Salah satu daya tarik utama adalah aksi melukis langsung oleh Abu Sufyan. Ia menangkap momen-momen yang sedang terjadi di dalam gedung tersebut dan memindahkannya ke atas kanvas secara seketika. Pendekatan ini menunjukkan bahwa seni adalah perekam sejarah yang paling jujur terhadap peristiwa ekosistem sosial yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, Sugeng Lanang menghadirkan karya dengan konsep abstraksi yang sangat kuat. Ia menonjolkan gambar ikan yang digarap secara dramatis, yang secara simbolis merepresentasikan kekayaan sumber daya air sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem pangan lokal di wilayah seperti Lamongan.

Karya lain yang mencuri perhatian adalah lukisan milik Ochez Sumantri. Ia menampilkan abstraksi seekor kuda yang sedang berlari kencang, bersanding dengan sembilan ekor ikan koi. Dalam lukisan tersebut juga nampak simbol arah mata angin yang memberikan kedalaman makna tentang upaya mengejar kejayaan melalui harmoni dengan alam. Melalui karya-karya ini, para seniman ingin menyampaikan pesan bahwa setiap elemen dalam ekosistem memiliki filosofi yang mendalam.

Penjelasan detail mengenai makna-makna tersirat dalam setiap goresan kuas ini dipandu oleh Cak Rokhim selaku moderator, yang membantu audiens memahami hubungan antara visualisasi seni dan tema ekosistem.

 

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi besar bagi organisasi profesi seperti Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) dan Komunitas Sketsa Indonesia Tunggal Roso. Kehadiran para tokoh penting seperti Hesen dari DPRD Lamongan serta dukungan dari berbagai korporasi seperti Tesla Paints dan SPS Corporate membuktikan bahwa seni rupa memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kepentingan demi tujuan pelestarian budaya. Para seniman yang hadir sepakat bahwa seni rupa adalah media edukasi yang efektif untuk memperkenalkan kembali kekayaan nabati dan hewani yang mulai terlupakan oleh generasi muda.

 

Melalui pameran dan aksi melukis ini, publik diingatkan kembali bahwa banyak benda di sekitar mereka memiliki nama yang diambil dari unsur ekosistem tanaman lokal. Seni rupa berfungsi sebagai jembatan visual yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dengan melihat lukisan yang merepresentasikan pangan dan lingkungan, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat keindahan estetika, tetapi juga menyadari pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem tersebut. Serasehan ini berhasil membuktikan bahwa kolaborasi antara seniman, masyarakat, dan pemerintah dapat menciptakan ruang dialog yang inspiratif bagi masa depan kebudayaan Lamongan. (Ade R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *