Informasiinfo.com//Lamongan – 24 Januari 2026 Tanah subur Indonesia Nusantara, kaya raya sumber alamnya. Apa saja dimilikinya, dari rempah, tambang, lautnya. Kekayaannya tak terbatas, hutan tambangnya sangat berlimpah. Harus dikelola sesuai dengan potensinya guna membangun martabat bangsa.
Benih tumbuh diatas tanah, pohon berbunga dan berbuah dengan berbagai macam jenisnya dari bank bernama BumiNya.
Rempah, benih, bunga, dan buah dikelola jadi sajian selera, jika diramu jadi obat derita. Rempah yang ada harus dipelihara. Agar dirawat, dilestarikan dan diwariskannya.
Sarasehan budaya, dengan tema pangan lokal sebagai ekosistem kehidupan, dihari ke empat, 24 Januari 2026. Masing masing ke empat narasumber yang kompeten dibidangnya akan mengulas tuntas persoalan pangan untuk dijadikan rekomendasi.
Pertama; ada Suhartono seorang pelukis senior dari semarang, yang akan melihat persoalan ekositem dari perspektif dunia kesenian. Kedua; M Nur Salim mewakili sektor keagamaan tema pangan dan ekologi yang dibahas dari kaca pandang keagamaan. Ketiga; Supriyo seorang sejarawan Lamongan mengkorelasikan antara catatan sejarah rempah dan pangan masa lalu, kini dan kemungkinan kedepan. Ke empat; seorang akademisi cendikiawan muda saUdara Adang Moelyono, tentunya mengkaitkan dengan arah kebijakan dan perlindungan pangan lokal.
Acara yang diselenggarakan di gedung KORPRI Lamongan ini akan dimeriahkan oleh atraktif dua seniman yang sudah malang melintang dalam pergerakan kesenian. Selain dilakukan seniman Lamongan Abu Sofyan, juga Ocehz seorang pelukis kaleber nasional berasal dari kota Sumenep Madura. Keduanya akan melakukan On the spot diloaksi acara, mengiringi acara sarasehan budaya.
Sebuah ruang temu gagasan dan visual tentang relasi manusia dan lingkungan yang diselenggarakan Komunitas Doglas & Kospela. Sebagai usaha membangun kesadaran dan mengingat kembali catatan sejarah, serta perjuangan bangsa manusia terhadap tanah airnya.
Salam Waras & Cegah Ingkar
Writer: Rochim, Editor: Ade









