Ekologis Kospela: Gagasan Visual Tentang Relasi Manusia, Lingkungan dan Lamongan Hari Ini

Budaya, Daerah153 Views

Informasiindo.com//lamongan – Rabu, 21 Januari 2026, Aula Gedung Korpri Lamongan menjadi saksi bisu pertemuan besar para pegiat seni dari berbagai wilayah. Ratusan seniman, sastrawan, hingga budayawan berkumpul untuk merayakan pameran seni rupa dengan tema Ekologis Lamongan Megilan: Megilan dalam Lipatan Tanah dan Air. Acara yang digagas oleh Komunitas Pelukis Lamongan (Kospela) bersama Lembaga Terpadu Douglas Club ini semakin berwarna berkat penampilan kolaboratif dari Ibu-Ibu Angklung Gotong-Royong Surabaya.

Kehadiran para seniman dari beragam daerah seperti Gresik, Madura, Ponorogo, Semarang, bahkan hingga Bali, mengubah ruang pameran menjadi mozaik kebinekaan yang kuat. Melalui goresan kuas, mereka tidak hanya menampilkan estetika, tetapi juga menyuarakan semangat patriotisme dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Cak Rochim, budayawan lokal yang memandu acara, menekankan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk merespons persoalan bangsa sesuai bidangnya. Baginya, seniman adalah pahlawan budaya yang memperjuangkan keadilan melalui karya. Pesan ini diperkuat oleh Ketua PCNU Lamongan, Syahrul Munir atau Gus Syahrul. Beliau memuji pameran ini sebagai bentuk kritik sosial yang halus namun tajam terhadap eksploitasi alam, seperti penambangan liar dan penggundulan hutan yang telah memicu berbagai bencana di tanah air.

Di dalam galeri, karya-karya yang dipajang menceritakan dilema antara keindahan alam dan kerusakannya. Maestro lukis seperti Darmanto dan Hartono mengungkapkan bahwa pameran ini adalah wadah untuk menuangkan keprihatinan sekaligus harapan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga ekosistem. Senada dengan itu, Husni Tamrin dari pihak panitia menjelaskan bahwa pertemuan lintas daerah ini bertujuan menyatukan visi seniman dalam membangun negeri melalui bahasa seni yang universal.

Ketua Douglas Club, Muklas, juga menyoroti pentingnya solidaritas antar-pelaku seni. Ia percaya bahwa sinergi antara seniman dan sastrawan merupakan pondasi penting untuk menyuarakan perubahan positif bagi bangsa. Pameran ini pada akhirnya bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan ruang refleksi bersama tentang makna cinta tanah air yang diwujudkan melalui aksi nyata menjaga bumi.

Melihat antusiasme pengunjung yang mulai memadati lokasi, acara ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran bagi generasi muda. Bahwa menjaga alam dan mencintai identitas bangsa bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti sebuah goresan lukisan atau lantunan nada yang penuh makna.

Writer: (DD), Editor : (Ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *