Informasiindo.com//Lamongan, 25 Februari 2026 – Suasana Teras Kantor PCNU Lamonongan sore itu tampak berbeda dari biasanya. Meski waktu berputar begitu cepat, diskusi yang dibalut dengan agenda buka puasa bersama pada 25 Februari 2026 ini terasa sangat berbobot. Memasuki hari ke-4 dari rangkaian 18 hari yang direncanakan, Lembaga Perekonomian NU Lamongan sengaja mengangkat tema besar mengenai Mewujudkan Roadmap Ekonomi Warga NU.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Bapak Tarmudi, sosok yang dikenal sebagai tokoh penggerak perekonomian NU di Lamongan. Acara ini memang tergolong singkat, hanya berlangsung selama satu jam sebelum azan magrib berkumandang. Namun, meminjam istilah anak muda zaman sekarang, isi diskusinya benar-benar daging semua. Tidak ada obrolan kosong, setiap menitnya diisi dengan gagasan taktis yang membuat para peserta betah menyimak dan sangat interaktif dalam bertanya jawab.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah program satu ranting satu produk. Konsep ini bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan sebuah strategi nyata untuk melawan dominasi kapitalisme yang kian menggurita. Bapak Tarmudi menekankan bahwa kekuatan ekonomi jamaah terletak pada kemandirian di tingkat akar rumput.
“Sebenarnya kita itu bisa melawan kapitalisme atau brand besar itu, bangun idealisme kecil dari kelompok terkecil yakni pengurus ranting dan mendominasi pasar dari bawah”, ujar beliau saat tim jurnalis mencoba mewawancarai secara singkat seusai acara. Kami sendiri sebagai jurnalis merasa sangat tertarik dengan konsep yang beliau tawarkan karena terasa masuk akal untuk diterapkan secara masif.
Bukti nyata dari gagasan ini sebenarnya sudah mulai terlihat di lapangan. Saat ini, ada beberapa ranting NU di Lamongan yang telah bergerak secara mandiri dengan meluncurkan produk lokal mereka sendiri. Produk yang paling menonjol adalah sabun cuci piring yang diproduksi dengan berbagai merek lokal. Menariknya, kualitas dan strategi pemasaran produk-produk dari ranting ini ternyata mampu bersaing dan tidak kalah saing dengan brand-brand terkenal yang selama ini mendominasi rak-rak supermarket.
Langkah kecil ini menjadi sinyal kuat bahwa jika roadmap ekonomi ini dijalankan secara konsisten, kemandirian warga NU bukan lagi sekadar impian. Diskusi sore itu diakhiri dengan menyantap takjil bersama, meninggalkan semangat bagi para pengurus untuk mulai memetakan potensi produk di wilayah mereka masing-masing demi memperkuat kedaulatan ekonomi dari bawah. (Ade R.)









