Antisipasi Dampak Cuaca, Polsek Babat Pantau Tinggi Muka Air Sungai Bengawan Solo

POLRI19 Views
Informasiindo.com -

LAMONGAN – Guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Babat Polres Lamongan gencar melakukan monitoring berkala. Petugas diterjunkan langsung untuk memantau fluktuasi debit air di kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (21/05/2026) siang.

​Kegiatan patroli tanggap bencana yang dimulai tepat pada pukul 12.00 WIB hingga selesai ini dilaksanakan oleh anggota jaga Mako Polsek Babat, yaitu Aipda Sumarsono dan Aipda Suwono. Petugas menyisir beberapa titik krusial di sepanjang tanggul dan bantaran sungai guna mengamati instrumen alat ukur debit air secara visual.

​Berdasarkan hasil pemantauan intensif di lapangan, data teknis menunjukkan indikator Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah hukum Babat berada pada angka 5.60 Mdpl (Meter di atas Permukaan Laut) dengan status terpantau normal dan stabil.

​Kapolsek Babat, Kompol Chakim Amrullah, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari manajemen mitigasi bencana alam yang dilakukan secara konsisten oleh pihak kepolisian demi mendeteksi ancaman luapan air sejak dini.

​”Aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Babat ini terus kita pantau secara melekat, terutama di jam-jam rawan siang hari. Meskipun saat ini posisi TMA di angka 5.60 Mdpl dan kondisinya masih sangat stabil, kesiapsiagaan personel tidak boleh kendor agar jika ada kenaikan debit air dari hulu, langkah antisipasi dan koordinasi evakuasi bisa langsung kita jalankan,” terang Kompol Chakim Amrullah.

​Di samping melakukan pengecekan fisik sarana pembatas air, Aipda Sumarsono bersama Aipda Suwono juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai.

​Petugas memberikan imbauan humanis agar warga tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang mendadak, selalu memantau perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang, serta melarang anak-anak untuk bermain atau berenang di sekitar aliran sungai guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

​Melalui komunikasi yang aktif antara kepolisian dan masyarakat sekitar bantaran, situasi kamtibmas di sepanjang jalur monitoring sungai terbesar di Pulau Jawa tersebut berjalan dengan aman, tertib, terkendali, dan kondusif.

(ZM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *