Survey Baksos 1 Abad NU Berubah Jadi Ajang Curhat: Kades Pomahanjanggan Bosan Hidup ditengah Genangan Air

Informasiindo.com//Lamongan, 11 Februari 2026 – Pada hari ini, tim gabungan yang terdiri dari tenaga medis Paguyuban Kasih Bangsa bersama jajaran tokoh PCNU Lamongan dan tokoh masyarakat setempat melakukan survey lokasi di Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi. Langkah ini diambil sebagai bentuk pemetaan teknis demi memastikan kelancaran bakti sosial yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 15 Februari 2026 mendatang.

 

Persiapan ini bukan sekadar formalitas. Bapak Petrus Aries Setyonegoro, ketua DPP Kerasum Gereja Katolik Santo Yakobus surabaya, menjelaskan bahwa acara tersebut diprediksi akan menyedot antusiasme sekitar 300 warga dari seluruh penjuru desa. Untuk mengantisipasi jumlah tersebut, pihak panitia telah menyiapkan tim solid yang terdiri dari 8 dokter dan 6 apoteker. Pelayanan kesehatan yang diberikan nantinya akan sangat komprehensif, mulai dari alur pendaftaran yang tertib, pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah, hingga konsultasi dan pengobatan oleh dokter umum secara gratis.

 

Namun, di balik rencana aksi kemanusiaan tersebut, suasana pertemuan siang itu juga diwarnai dengan diskusi yang cukup emosional terkait kondisi lingkungan. Desa Pomahanjanggan saat ini tengah berjuang melawan banjir yang tak kunjung surut selama lebih dari dua bulan. Genangan air ini bukan hanya menghambat mobilitas ekonomi warga, tetapi juga mulai menyerang kesehatan masyarakat secara nyata. Penyakit kulit seperti kutu air dan gatal-gatal di berbagai bagian tubuh dilaporkan mulai mewabah, menjadi alarm bagi tim medis yang hadir untuk memberikan perhatian ekstra pada hari pelaksanaan nanti.

 

Keresahan mendalam disampaikan langsung oleh Kepala Desa Pomahanjanggan. Ia mempertanyakan kapan ada solusi konkret untuk membebaskan desanya dari kepungan air. Menurutnya, kondisi warga sudah sangat memprihatinkan dan butuh tindakan nyata dari pemangku kebijakan yang lebih tinggi.

 

Merespons keluhan tersebut, Muhammad Nursalim selaku tokoh PCNU Lamongan melontarkan pernyataan menarik yang bernada satire. Dengan sedikit bergurau namun terasa sebagai sindiran tajam bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ia menyebut bahwa jika pemimpinnya secekatan KDM (Dedi Mulyadi), mungkin solusi teknis sudah ditemukan sejak lama. Pernyataan ini merujuk pada perlunya langkah diplomatis yang kuat, seperti audiensi antara Bupati Lamongan dan Bupati Gresik untuk bersama-sama mendesak penyelesaian masalah banjir lintas wilayah ini.

 

Tak berhenti di situ, kritik pedas juga meluncur terkait minimnya dukungan anggaran. Kepala Desa mengeluhkan pencairan Dana Desa yang hanya berkisar di angka 300 juta rupiah. Jumlah tersebut dirasa sangat tidak proporsional untuk menangani beban masalah yang kompleks. Pihak pemerintah desa mengaku kesulitan mengelola dana yang terbatas tersebut, apalagi mereka harus memprioritaskan penanganan banjir yang kian parah. Saat ini, upaya darurat seperti peninggian jalan di bagian timur desa terus dikebut, meski para pekerja harus berkejaran dengan debit air yang terus naik dan menyulitkan proses pengerjaan konstruksi.

 

Pertemuan hari ini pada akhirnya menjadi cermin bahwa bakti sosial Harlah 1 Abad NU bukan sekadar seremoni kesehatan, melainkan juga ruang serap aspirasi bagi warga yang merasa ditinggalkan di tengah kepungan banjir. (Ade R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *