Sorotan Samsat Manyar, Aktivitas Calo Membawa Tumpukan Berkas, Masyarakat Mengeluh Proses Sulit

Informasiindo.com - Surabaya – Dugaan praktik percaloan di lingkungan Samsat Manyar, Surabaya Timur, kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas pihak yang diduga sebagai calo atau biro jasa disebut berlangsung cukup leluasa, bahkan terlihat keluar-masuk kawasan Samsat sambil membawa bertumpuk-tumpuk berkas kendaraan milik wajib pajak. Pemandangan tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai siapa yang memberikan akses kepada pihak-pihak tersebut untuk membawa begitu banyak dokumen keluar-masuk lingkungan pelayanan Samsat.

Di sisi lain, masyarakat yang datang mengurus administrasi kendaraan secara mandiri justru mengeluhkan proses pelayanan yang dinilai tidak mudah. Sejumlah wajib pajak mengaku harus menghadapi prosedur yang berbelit, kurang mendapatkan penjelasan yang jelas, hingga harus bolak-balik ketika terdapat kekurangan persyaratan. Kondisi ini dinilai sangat kontras dengan kemudahan yang dinikmati oleh pihak yang diduga sebagai calo.

Salah satu hal yang paling mencolok adalah aktivitas pihak yang diduga calo yang terlihat membawa tumpukan berkas kendaraan dalam jumlah besar dan keluar-masuk area Samsat tanpa hambatan yang berarti. Aktivitas tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai status mereka. Apakah mereka merupakan biro jasa resmi? Jika resmi, di mana legalitas dan mekanisme kerja mereka? Jika bukan petugas maupun biro jasa resmi, mengapa mereka dapat dengan leluasa membawa banyak berkas wajib pajak keluar-masuk kawasan pelayanan?

Dokumen kendaraan merupakan dokumen penting milik masyarakat. Pengelola pelayanan seharusnya memiliki mekanisme pengawasan yang jelas terhadap pihak luar yang membawa banyak dokumen wajib pajak. Jangan sampai lingkungan pelayanan publik justru menjadi tempat nyaman bagi pihak-pihak yang menawarkan jasa percaloan. Kondisi pelayanan yang sulit justru membuka ruang bagi tumbuhnya praktik percaloan. Masyarakat yang merasa tidak memahami prosedur atau takut prosesnya berbelit akhirnya memilih membayar pihak ketiga agar urusannya cepat selesai.

Sorotan tidak berhenti pada dugaan percaloan. Sikap pelayanan sejumlah petugas Lantas yang bertugas di lingkungan Samsat juga dikeluhkan masyarakat. Petugas dinilai kurang ramah ketika memberikan pelayanan dan oleh sebagian wajib pajak dianggap terkesan angkuh dalam berkomunikasi. Informasi yang diterima media juga menyebut petugas berinisial SA dan SU serta oknum yang digadang-gadang memiliki backingan kuat Iptu W dalam kaitannya dengan keluhan mengenai proses pelayanan wajib pajak yang diduga dipersulit.

Persoalan pelayanan ini juga mendapat perhatian setelah adanya rekaman yang sempat diambil pihak media. Dalam rekaman tersebut, seorang oknum yang disebut berinisial Iptu W terdengar menyampaikan pernyataan: “Silahkan foto saya, silahkan kirim, dan laporkan saja.” Pernyataan tersebut dinilai kurang bijak dan tidak mencerminkan pendekatan komunikasi yang sejuk serta profesional. Jika ada oknum yang memberikan akses khusus, harus diperiksa. Dan jika ada petugas yang mempersulit masyarakat, harus dievaluasi. Masyarakat berhak dilayani dengan ramah dan mendapatkan informasi yang jelas tanpa merasa dipersulit. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *