Ratusan Santri Lamongan Turun Tangan Kuras Banjir, Sindir Lambatnya Penanganan

POLRI64 Views

Informasiindo.com - Informasiindo.com//LAMONGAN – Pemandangan unik sekaligus memprihatinkan terpampang di ruas jalan penghubung Kecamatan Sukodadi dan Karanggeneng, tepatnya di depan Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Desa Sungelebak, pada hari Selasa (10/3). Ratusan santri turun ke jalan bukan untuk berdemonstrasi, melainkan membawa gayung dan timba plastik untuk menguras genangan banjir yang tak kunjung surut selama lebih dari empat bulan.

Aksi spontan ini menjadi bentuk sindiran keras terhadap lambatnya penanganan banjir di Kabupaten Lamongan. Air telah merendam akses jalan utama dan lingkungan pesantren tanpa ada tanda-tanda penyusutan yang signifikan.

Genangan yang menetap telah mengubah permukaan aspal menjadi licin dan ditumbuhi lumut, menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Bukti nyatanya, seorang wartawan jatuh saat meliput aksi tersebut.

Koordinator aksi, Maulana Arif Hidayatulloh, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari rasa jengah santri terhadap kondisi yang terhambat sekian lama. “Banjir ini sudah menggenang pesantren dan jalan ini selama empat bulan lebih. Ini inisiatif kami bersama ratusan santri untuk membantu pemerintah menguras jalan agar banjirnya segera selesai,” ujar Maulana.

Meskipun Pemkab Lamongan menyatakan telah melakukan upaya maksimal termasuk optimalisasi sistem pompanisasi, para santri menilai kenyataan di lapangan berbeda. “Pemerintah selalu menyampaikan sudah berusaha maksimal, tapi nyatanya sampai detik ini banjir di Lamongan malah makin parah,” tegasnya.

Aksi “kuras jalan” ini membawa pesan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dan efektif. Warga dan pihak pesantren mendesak solusi permanen agar aktivitas pendidikan dan ekonomi tidak terus lumpuh setiap tahunnya, dengan target penanganan tuntas sebelum Hari Raya Idul Fitri dan jaminan agar kondisi serupa tidak terulang.

(ZM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *