Informasiindo.com - LAMONGAN – Dalam rangka menyukseskan program pemerintah pusat terkait kemandirian dan swasembada pangan nasional, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sukodadi Polres Lamongan gencar turun ke lapangan. Langkah ini diwujudkan melalui monitoring dan sosialisasi program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang dilaksanakan di lahan pertanian warga Desa Plumpang, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.40 WIB ini dipimpin oleh personel Polsek Sukodadi yang terdiri dari Aipda Zainul, Aipda Edi, dan Bripka Bambang. Kehadiran para personel kepolisian ini disambut baik oleh salah satu petani setempat, Bapak Mujip, yang tengah mengelola lahan sawah produktifnya.
Dalam kesempatan tersebut, para personel memantau langsung perkembangan komoditas pertanian lokal berupa tanaman jagung yang ditanam di atas lahan milik Bapak Mujip, sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya pemanfaatan lahan secara optimal dan bergizi.
Kapolsek Sukodadi, Iptu Moch Sokep, S.H., menjelaskan bahwa program monitoring P2B ini merupakan bagian dari komitmen nyata Polri untuk mendampingi, mengawal, sekaligus memotivasi para petani di pedesaan agar hasil produktivitas pertaniannya terus meningkat.
”Melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) ini, kami ingin membangun sinergi yang kuat antara kepolisian dan para petani, seperti Bapak Mujip di Desa Plumpang. Kita harapkan bersama, komoditas pangan seperti jagung ini dapat mendukung ketersediaan pangan yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan di tingkat desa,” kata Iptu Moch Sokep.
Selain melakukan pemantauan kondisi tanaman, personel Polsek Sukodadi juga membuka ruang dialog dengan petani untuk mendengarkan aspirasi serta kendala yang dihadapi selama masa tanam, sehingga dapat dicarikan solusi bersama dengan instansi terkait.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi dan monitoring selesai dilaksanakan, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Warga menyambut positif perhatian yang diberikan oleh jajaran kepolisian terhadap sektor pertanian lokal.
(ZM)









