Tarutung//informasiindo.com
Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat S.Si, M.Si, bersama Waki Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST, M.Eng, menghadiri ibadah syukuran, awal Tahun 2026, yang digelar di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Senin, 5/01/2026.
Ibadah syukuran tersebut turut dihadiri Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Nababan, para Kepala Daerah di kawasan Danau Toba, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Utara, Pimpinan HKBP, para Pendeta, serta Jemaat dan masyarakat.
Dalam rangkaian acara tersebut, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST secara resmi melauncing Aplikasi Pedoman Pelayanan HKBP, sebagai inovasi digital untuk memperkuat dan menyeragamkan pelayanan Gereja HKBP ditengah perkembangan zaman.
Dalam sambutan Forkopimda Tapanuli Raya yang disampaikan oleh Bupati Tapanuli Utara, ditegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan yang berlandaskan slogan berTuhan, berhati, bijaksana sebagai fondasi dalam melayani masyarakat.
Pemerintah Daerah menurutnya, memandang Gereja sebagai mitra strategis dalam membangun karakter, iman, dan kepedulian masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berupaya mengimplementasikan nilai-nilai berTuhan, berhati dan bijaksana sebagai fondasi utama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat” tegas Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat S.Si, M.Si.
Bupati Tapanuli Utara juga menyampaikan bahwa setiap tahun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 Milyar untuk mendukung kolaborasi dengan gereja, yang meliputi pembangunan rumah ibadah, serta pemberian insentif bagi guru sekolah Minggu. Bupati Tapanuli Utara berharap peran generasi muda, khususnya muda mudi HKBP, dapat semakin dioptimalkan dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara turut menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada HKBP atas dukungan nyata dalam penanganan bencana alam di Tapanuli Utara, dimana tiga gereja HKBP telah digunakan sebagai tempat pengungsian warga.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mencatat terdapat tujuh Kecamatan terdampak bencana, dengan dua Kecamatan mengalami dampak yang sangat parah. Berkat kolaborasi lintas sektor, penanganan bencana di Tapanuli Utara mendapat apresiasi sebagai salah satu yang tercepat, ungkap Bupati Tapanuli Utara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada Ompui Ephorus HKBP, yang sejak awal bencana terus aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, serta kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan bantuan” ujar Bupati Tapanuli Utara.
(Red/Ed)









