Informasiindo.com - Lumajang ~ informasiindo.com – Duka mendalam dialami masyarakat Desa Supiturang dan sekitarnya pasca erupsi Gunung Semeru sebanyak 45 kali selama 6 jam pada Jumat (21/11/2025) pukul 00.00-06.00 WIB, sehingga harta benda sirna tersapu ganasnya lahar yang disertai awan panas.
Untuk itu tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD serta relawan bergerak cepat menangani dampak erupsi Gunung Semeru yang dahsyat dan sangat berdampak pada warga Lumajang, Jawa Timur. Akibat erupsi tersebut, lebih dari 200 rumah warga rusak dan 124 ternak mati dihantam muntahan lahar Semeru.
Tragedi memilukan itu terjadi di Dusun Umbulan dan Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, yang rusak. Bahkan sejumlah rumah dilaporkan rata dengan tanah setelah disapu dahsyatnya awan panas guguran, dari bencana tersebut dilaporkan bahwa tidak ada korban jiwa
“Rumah warga yang rusak lebih dari 200 rumah yang berada di dua dusun dan tidak ada korban jiwa, Selain itu ada sekolah dasar, mushollah dan TPQ yang rusak,” ujar Kepala Desa Supiturang, Nurul Yakin, sabtu (22/11/2025).
Bukan hanya permukiman, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Total ada tujuh mushola, satu SDN Supit Urang 02, serta taman pendidikan Al-Qur’an yang ikut mengalami kerusakan.
Sementara itu, dari data yang dihimpun Awak media dari BPBD, sebanyak 124 ternak milik warga Desa Supiturang, Pronojiwo, mati. Rinciannya, 4 ekor sapi dan 120 ekor kambing. Data ini tercatat pada Sabtu (22/11/2025) pukul 09.00 WIB.
Purgiman (48), warga setempat, menceritakan awan panas tak hanya menerjang rumahnya, tapi juga puluhan ternak warga lainnya. Ini menjadi kali kedua tempat tinggalnya tersapu panas awan.
“Ada dua desa, Desa Sumbersari dan kamar A, Desa Supit Urang, ada kurang lebih 50 rumah, dan bangunan sekolah dan tempat ibadah. Ada juga puluhan ternak milik warga hilang tersapu erupsi Gunung Semeru,” ucap Purgiman Sabtu (22/11/2025)
Guna evakuasi tim juga mengerahkan alat berat guna mengatasi meterial besar sisa lumatan lahar Semeru.
“Masjid Ar Rahman jadi tempat pengungsian.”ujar Kades Nurul Yakin. Red









