Informasiindo.com - Surabaya – Dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jawa Timur secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah tegas yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) POLRI. Organisasi yang mewadahi masyarakat Madura di Jawa Timur ini menegaskan komitmennya untuk mengawal semangat PRESISI dalam setiap proses penegakan hukum yang dilakukan oleh institusi Polri.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Surabaya, DPD MADAS Jawa Timur memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Kortas Tipidkor POLRI, Irjen. Pol. Totok, beserta seluruh jajarannya. Mereka menilai bahwa upaya yang dilakukan selama ini telah menunjukkan ketegasan, profesionalisme, dan keberpihakan kepada keadilan. “Kami melihat Kortas Tipidkor POLRI telah bekerja secara maksimal dalam mengungkap berbagai kasus korupsi yang merugikan keuangan negara. Ini adalah momentum yang baik untuk terus membersihkan negeri dari praktik korupsi yang selama ini menjadi penghambat pembangunan,” ujar Ketua DPD MADAS Jawa Timur, R. Zainal Fatah.
R. Zainal Fatah menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukanlah tugas yang bisa dijalankan sendirian oleh aparat penegak hukum. Dibutuhkan peran serta aktif dari masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk memberikan dukungan moral sekaligus menjadi pengawas agar proses hukum berjalan transparan dan berkeadilan. “Kami siap menjadi mitra masyarakat dalam mengawal setiap langkah pemberantasan korupsi. Kami percaya, dengan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat, maka kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan semakin meningkat,” tambahnya.
Sekretaris DPD MADAS Jawa Timur, Imron Rosadi, juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang membutuhkan penanganan luar biasa pula. Ia berharap Kortas Tipidkor POLRI tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya korupsi di berbagai sektor. “Kami mendukung penuh jika Kortas Tipidkor POLRI juga melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya korupsi. Dengan begitu, upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif,” jelas Imron Rosadi.
DPD MADAS Jawa Timur juga mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, akademisi, dan pemuda, untuk turut serta dalam gerakan antikorupsi. Mereka menilai bahwa kesadaran kolektif untuk menolak korupsi harus dibangun dari tingkat akar rumput. “Mari kita bersama-sama membangun budaya antikorupsi di lingkungan kita masing-masing. Mulai dari hal kecil, seperti tidak memberikan suap, tidak menerima gratifikasi, hingga berani melaporkan jika mengetahui adanya indikasi korupsi,” ajak Imron Rosadi.
DPD MADAS Jawa Timur berharap agar langkah-langkah strategis yang dilakukan Kortas Tipidkor POLRI dapat terus memberikan efek jera bagi para pelaku tindak pidana korupsi. Mereka juga berharap agar penegakan hukum dilakukan secara adil tanpa pandang bulu, sehingga siapapun yang terbukti bersalah dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Kami percaya bahwa dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten, Indonesia akan menjadi negara yang bersih dari korupsi dan mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya,” pungkas R. Zainal Fatah.
Dukungan dari DPD MADAS Jawa Timur ini menjadi bukti bahwa gerakan pemberantasan korupsi semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Dengan kolaborasi yang erat antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat, optimisme untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi semakin terbuka lebar.









