Informasiindo.com - Informasiindo.com//LAMONGAN – Muspika Kecamatan Babat menggelar rapat koordinasi bersama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan pada hari Senin, 23 Februari 2026 mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Camat Babat, Desa Bedahan, bertujuan untuk menyusun langkah antisipasi terkait arus mudik Lebaran 2026 serta menangani masalah kejadian laka kereta api yang terjadi sebanyak 4 kali dalam bulan Februari.
Hadir dalam rapat antara lain Camat Babat Noman Kresna, S.STP, MSI; Sekcam Babat Ahmad Anwar Rusdi, S.STP., MM; Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah, SH, MH; Batuud Koramil Babat Peltu Akram; Polsuska PT KAI M. Anshori; Kasi Trantib Pol PP Kec. Babat Wahyu; Kabid Dishub Lamongan Fatoni; Kepala Resort Jalan REL Yusuf; serta perwakilan dari Polsek Babat.
Dalam sambutannya, Polsuska PT KAI M. Anshori menyampaikan kekhawatiran terkait tingginya angka laka kereta api dan mengajak sinergi untuk menguranginya. Ia juga menginformasikan bahwa PT KAI akan menambah jam operasional kereta serta penjaga palang pintu perlintasan sebidang jelang mudik. Bagi perlintasan tanpa palang pintu dan relawan penjaga, akan dipasang patok penghalang yang tidak dapat dilewati kendaraan R4.
Kabid Dishub Lamongan Fatoni menjelaskan bahwa penjagaan palang pintu akan dilakukan selama 24 jam dengan sistem 3 shift masing-masing 3 orang, ditambah relawan dari desa setempat. Untuk perlintasan yang tidak dapat dijaga selama 24 jam, akan ditutup mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Selain itu, pihaknya akan memasang taki kapal, speed trap, speed bump, dan pita kejut dengan jarak 1 meter dari perlintasan untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Sebanyak 74 perlintasan kereta api melintas di wilayah Babat dengan jam sibuk penumpang pada pagi hingga siang hari dan kereta barang pada malam hari.
Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah, SH, MH, menyatakan bahwa sebagian besar laka kereta api disebabkan oleh tidak adanya palang pintu atau kurangnya penjagaan selama 24 jam. Ia menyebutkan bahwa pemasangan patok oleh PT KAI merupakan upaya darurat yang dapat dimaklumi, dan mengimbau agar petugas penjaga perlintasan lebih disiplin karena masih terdapat aktivitas kereta api pada malam hari meskipun tidak ada penjaga. Jelang mudik, seluruh pintu perlintasan kereta api perlu mendapatkan perhatian khusus.
Camat Babat Noman Kresna, S.STP, MSI, menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala desa untuk menyiapkan tenaga relawan, dan akan berupaya mendapatkan bantuan dari Dinas Perhubungan untuk menjamin penjagaan palang pintu selama 24 jam.
Rapat koordinasi ditutup dengan doa bersama dan selesai pada pukul 16.20 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
(ZM)









