Informasiindo.com//LAMONGAN – Memasuki rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2026, jajaran Pospam Pasar Babat memperketat pengawasan di titik-titik rawan kemacetan. Mengingat mobilitas masyarakat yang mulai meningkat menjelang hari raya, personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas intensif di jantung Kota Babat, Jumat pagi (20/03/2026).
Kegiatan pengaturan yang dimulai pukul 08.15 WIB ini berpusat di Jalan Raya Bundaran Tugu Wingko, tepat di depan Pasar Babat, yang merupakan urat nadi transportasi penghubung antar-kabupaten.
Kekuatan Personel Gabungan (Sinergitas)
Dalam upaya menghadirkan pelayanan terbaik, kegiatan ini melibatkan kekuatan personel lintas sektoral yang solid, terdiri dari:
Informasiindo.com - Polri: 12 Personel
TNI: 2 Personel
Dishub: 2 Personel
Senkom: 2 Personel
Satpol PP: 1 Personel
Kehadiran tim gabungan di bawah pimpinan Ka Jaga Pospam Pasar Babat bertujuan untuk memastikan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) yang aman dan lancar (mancarli).
Fokus Pengaturan di Titik Rawan
Petugas melakukan penyekatan dan pengaturan arus kendaraan guna mengantisipasi penumpukan massa maupun kendaraan di seputaran pasar. Mengingat Bundaran Tugu Wingko merupakan titik pertemuan arus dari arah Surabaya, Bojonegoro, dan Jombang, kehadiran fisik petugas sangat krusial untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang.
”Kami bersiaga di titik-titik krusial untuk memastikan tidak ada hambatan arus lalu lintas. Sinergi antara TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci agar para pemudik dan pengunjung pasar dapat melintas dengan nyaman,” lapor tim Pospam di lapangan.
Situasi Kondusif dan Terkendali
Kapos Pam Pasar Babat, Kompol Chakim Amrullah, S.H., M.H., melaporkan bahwa secara keseluruhan arus lalu lintas di seputaran Pasar Babat pagi ini terpantau kondusif dan terkendali.
Meskipun terdapat peningkatan volume kendaraan, berkat kesiapsiagaan personel di lapangan, arus tetap mengalir lancar. Pihak Pospam berkomitmen untuk terus menyiagakan personelnya sepanjang hari guna mengawal kelancaran arus mudik 2026 di wilayah Lamongan.
(ZM)









