30 Kapal Payang Lamongan Terdampar di TPI Madura Akibat Badai Laut Jawa, Tidak Ada Korban Jiwa

POLRI72 Views

Informasiindo.com//MADURA – Sebanyak 30 kapal payang dari Lamongan terdampar di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Madura setelah diterjang angin kencang dengan kecepatan mencapai 30-40 kilometer per jam dan ombak setinggi 2-3 meter. Insiden ini terjadi pada hari Selasa (13/1) sekitar pukul 16.30 WIB, akibat cuaca buruk yang tiba-tiba melanda perairan Laut Jawa bagian utara.

Kapal-kapal payang tersebut berasal dari beberapa pelabuhan kecil di Lamongan, antara lain Pelabuhan Kedungpring dan Pelabuhan Sukodono, dan sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan sekitar 15 mil dari pantai Madura. Menurut salah satu nelayan, Hadi (45), angin dan ombak tiba-tiba meningkat secara drastis sehingga kapal kesulitan untuk menjaga kestabilan dan memutuskan untuk mencari perlindungan di terdekatnya.

“Kami sudah mencoba untuk kembali ke Lamongan, tapi ombaknya terlalu besar dan arah angin tidak mendukung. Akhirnya kami memutuskan untuk berlabuh di TPI Madura agar kapal tidak mengalami kerusakan yang lebih parah,” ujar Hadi saat ditemui di lokasi terdamparnya kapal.

Untungnya, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Namun, sebagian besar kapal-kapal payang tersebut mengalami kerusakan ringan hingga sedang, seperti rusaknya bagian lambung, tali tambang yang putus, dan peralatan penangkapan ikan yang terbawa ombak. Hal ini menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi para nelayan.

Petugas TPI Madura yang dipimpin oleh Bapak Solikin telah segera memberikan bantuan kepada para nelayan yang terdampar. Bantuan meliputi makanan, minuman, serta tempat berlindung sementara di gedung TPI. Tim teknis juga telah membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kapal dan mempersiapkan proses evakuasi kapal-kapal payang yang terdampar ke bengkel kapal terdekat untuk diperbaiki.

“Kami siap membantu sesama nelayan tanpa memandang daerah asal. Saat ini kami fokus untuk memastikan keselamatan para nelayan dan meminimalkan kerugian yang mereka alami. Tim kami juga telah berkoordinasi dengan pihak pelabuhan di Lamongan untuk mempermudah proses kembalinya kapal dan nelayan ke daerah asal,” jelas Bapak Solikin.

Ia menambahkan, cuaca buruk di perairan Laut Jawa memang sedang terjadi akibat siklus musim penghujan, sehingga para nelayan diimbau untuk berhati-hati dan selalu memantau informasi kondisi cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan. “Jangan pernah menganggap remeh peringatan cuaca, karena keselamatan adalah hal yang utama. Jika ada tanda-tanda cuaca buruk, segera cari tempat yang aman untuk berlabuh,” imbuhnya.

(ZM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *